Kebiasaan Baru

Bismillahirrahmanirrahim

Rasanya baru kemarin saya terjun ke dunia kerja yang penuh dengan kepusingan nya sendiri. Ternyata sudah 5 tahun terlewati semenjak lulus kuliah dan mencicipi asam garam sebagai budak korporat hehehe…

Selama tinggal di Jakarta, beberapa kali saya memutuskan untuk pindah kost-kostan. Bukan karena pindah kantor, tapi dalam rangka cari kost-an yang lebih murah, lokasi nya lebih nyaman, dan yang jual makanan lebih variatif (kebanyakan mau nya hahaha).

Pada akhirnya saya menemukan kost yang sesuai kriteria. Jarak antara kost dan kantor bisa dibilang jauh-dekat (baca: tidak jauh tidak dekat wkwk). Sekitar 2 kilometer. Jadi, untuk berangkat ke kantor saya biasanya jalan kaki. Dulu memang sempat terpikir untuk pakai motor, tapi niat itu saya urungkan karena untuk pergi selain ke kantor saya masih cukup nyaman menggunakan busway. Yang jual makanan juga lumayan banyak, warteg pun ada 4 opsi.

Ternyata kebiasaan jalan kaki bagi saya sangat banyak manfaatnya. Mungkin kesannya, yaelah jalan kaki doang… semua orang juga sudah biasa. Dan yang saya rasakan adalah lebih fokus dan pikiran jauh lebih tenang.

Sejak 2 tahun kebelakang saya berkesempatan bekerja untuk perusahaan yang mengizinkan untuk kerja remote. Sampai tulisan ini dibuat, kantor tempat saya bekerja masih menerapkan peraturan WFA untuk semua karyawan nya.

Pola kebiasan sehari-hari sedikit banyak nya perlu disesuaikan. Salah satunya soal manajemen waktu untuk membagi porsi urusan kerjaan dan urusan pribadi. Awalnya sih saya berpikir kerja remote tuh se-simple β€œmindahin” meja kantor ke meja kerja di rumah. Percayalah, tidak semudah itu gengs. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga dan punya anak.

Hal yang kadang luput dari perhatian kaum pekerja remote adalah kesehatan fisik dan mental. Sakit punggung, pegal-pegal, dan stres pasti pernah dirasakan. Itulah yang belakangan ini saya keluhkan. Padahal dulu saat masih ngantor saya jarang mengeluhkan hal-hal tersebut. Beberapa bulan lalu saya baru sadar, ternyata aktifitas fisik saya semakin berkurang sejak kerja dari rumah.

Sebelumnya, saya rutin jogging seminggu sekali. Saya coba tambah frekuensinya menjadi dua kali dalam seminggu dan hasilnya sangat signifikan, padahal baru nambah sedikit. Lebih fokus kerja, pikiran lebih tenang, punggung dan leher tidak kaku lagi.

Awalnya masih malas-malasan, tapi setelah manfaat nya mulai kerasa, rasa malas mulai pudar dan jadi tambah semangat. Bahkan rasanya ada yang kurang kalau ritual jogging pagi terlewat.

Target saya bukan jadi atlet lari yang bisa kuat sampai puluhan kilo hahaha. Untuk saat ini yang penting bisa menjaga konsistensi sudah cukup bagi saya. Yuk, jangan lupa olahraga!